Rabu, 10 November 2010

Produk Baru AXCEL Gen II Series



AXCEL Gen. II, adalah seri terbaru produk AXCEL untuk pembuatan laporan keuangan dengan ms excel.

AXCEL Gen. II series terdiri dari 3 produk untuk menyesuaikan kebutuhan Anda, yaitu :

  • AXCEL Platinum , yang dilengkapi dengan :
-----2 kas, 6 bank, 175 baris perkiraan & data lengkap.

  • AXCEL Gold , yang dilengkapi dengan :
-----2 kas, 4 bank, 175 baris perkiraan & data lengkap.

  • AXCEL Silver , yang dilengkapi dengan :
-----2 kas, 2 bank, 175 baris perkiraan & data lengkap.


AXCEL Gen II, dirancang dengan fitur yang:

LEBIH MUDAH : Cara penggunaan dirancang lebih mudah dgn bentuk tampilan lebih menarik.

LEBIH LENGKAP : kami menyediakan seluruh data keuangan yang diperlukan untuk tiap produk yaitu DATA : Kasir, Admin, Penjualan, Piutang, Hutang, Persediaan disertai Petunjuk dengan tampilan menarik.

LEBIH FLEKSIBLE : Setiap Produk dapat digunakan untuk usaha jenis apa saja. Pemakai dapat menyesuaikan program akuntansi yang sesuai dengan kebutuhan usaha untuk penghematan biaya.

DAPATKAN HARGA KHUSUS UNTUK AXCEL Gen II

NAMA PRODUK--------- HARGA-------------HARGA PROMO
------------------ ------------------
AXCEL Platinum -- Rp 600.000,-------- --- Rp 550.000,-
AXCEL Gold ------- Rp 500.000,- ---------- Rp 450.000,-
AXCEL Silver------ Rp 400.000,---------- -- Rp 350.000,-

Untuk Keterangan lebih jauh, silakan hubungi kami :
TELPON : 0817-191895 ATAU 021-54201114
EMAIL : mailaxcel@gmail.com

Sabtu, 31 Juli 2010

Arus Kas (Cash Flow) dan Laporan Keuangan

Dalam menjalankan usaha kita akan menjumpai adanya beberapa hal terkait yang erat berhubungan kondisi keuangan seperti hutang yang akan menambah kekuatan modal, stock barang sebagai modal potensial untuk menghasilkan keuntungan, piutang dan pembayaran pihak ke tiga, pembayaran cicilan hutang, serta biaya operasional dan kewajiban lain-lain.
Tidaklah mengherankan bila salah satu kunci kesuksesan usaha atau bisnis adalah kemampuan seorang manajer keuangan dalam mengelola arus kas (cash flow).

Arus kas / cah flow bagi suatu usaha ibarat darah di dalam tubuh kita yang mengalirkan “kehidupan” bagi setiap sel-sel tubuh. Pengelolaan arus kas yang baik dalam suatu bisnis akan melancarkan aktivitas bisnis, sebaliknya bila arus kas tersendat, maka akan menghambat siklus aktivitas dalam bisnis.

Bagaimana kita mengenali baik atau buruknya pengelolaan arus kas? Ke pos-pos mana dan berapa besar kas kita mengalir? Bagaimana mengenali pos-pos mana yang bisa dihemat? Disinilah diperlukan laporan keuangan yang akan memberitahukan kepada pengelola keuangan akan detail kondisi keuangan usaha sehingga ia bisa melakukanpengambilan keputusan finansial secara akurat.

kunjungi website kami : www.vadoworkshop.com

Senin, 29 Maret 2010

Sehatkah Institusi Anda ?

Sebuah institusi (Yayasan, Perusahaan, Pesantren, Lembaga Pendidikan, dan Entitas Bisnis lainnya) sebaiknya pada akhirnya dapat berdiri sendiri. Bila institusi tersebut merupakan institusi usaha maka keuntungan merupakan sasaran. Bahkan sebuah institusi sosial pun sebaiknya memiliki sasaran kemandirian artinya dapat mengelola dana masuk yang ada dan mengatur pengeluaran sehinggga memungkinkan untuk terjadinya pengembangan di kemudian hari. Dengan demikianlah institusi tersebut baru dapat berkelanjutan.

Bila sebuah usaha mengalami kerugian terus menerus maka cepat atau lambat usaha tersebut akan mengalami gulung tikar alias bangkrut, demikian juga dengan sebuah institusi sosial, bila pengeluaran dari institusi tersebut selalu lebih besar dari penerimaan maka cepat atau lambat institusi sosial tersebut akan berakhir. Tentu saja hal ini tidak diinginkan pemilik usaha atau pengelola institusi, termasuk karyawan atau orang-orang yang terlibat didalamnya , sebab bila hal itu terjadi maka akan berdampak PHK bagi karyawan, dan kegagalan bagi pengurus.

Sebuah institusi yang sehat adalah institusi yang laporan keuangannya menunjukkan LABA bukan sebaliknya, dan yang terpenting juga adalah adanya arus kas yang baik [selalu ada uang tunai]. Keduanya tidak dapat dipisahkan. Untuk menjaga kedua hal itu agar dapat berjalan dengan baik, langkah pertama yang harus dilakukan adalah membuat laporan keuangan yang baik dan benar sejak awal, sehingga dapat menyajikan gambaran dari seluruh rangkaian usaha yang sudah dilakukan dengan mengadakan pencatatan-pencatatan secara benar dan menganalisanya secara berkala.

Pada saat seseorang berencana untuk membuka sebuah usaha atau membangun sebuah intitusi, baik itu untuk mendatangkan keuntungan ataupun institusi sosial seperti Yayasan, pesantrean, Gereja, dll, sebaiknya segeralah mencatat semua pengeluaran yang ada. Hal ini sangat penting supaya semua asset segera terdata, modal dapat diketahui dengan tepat, dan demikian pula dengan pengeluaran sehingga pada saat institusi tersebut sudah menerima pendapatan semua biaya dapat langsung disusutkan atau dibebankan. Hal ini akan membuat perkembangan usaha dapat terlihat dengan jelas dan murni apakah berjalan baik atau menuju kebangkrutan.

Pada umumnya 1-3 tahun pertama sebuah usaha dapat saja mengalami kerugian atau belum BEP [break even poit], namun bila kita membuat laporan keuangan dengan akurat maka kita akan dapat melihat apakah usaha tersebut boleh diteruskan atau terpaksa dihentikan . Itu sebabnya kita harus segera mencatat semua pengeluaran sejak awal .

Hal lain yang juga perlu diperhatikan adalah pada saat kita merencanakan untuk memulai usaha sebaiknya kita mengadakan pemisahan antara pengeluaran untuk usaha dari keuangan pribadi kita, terutama untuk usaha perorangan, demikian juga bila usaha tersebut sudah menerima penghasilan, sebaiknya jangan menggunakan uang institusi untuk keperluan pribadi. Pemisahan ini ditujukan agar kita dapat melihat kemurnian perkembangan institusi yang sedang kita jalankan dan dari sanalah kita dapat membuat perencanaan ke depan.

Ada banyak institusi, biasanya usaha perorangan atau institusi sosial yang tidak melakukan pencatatan dengan tepat sejak awal , sehingga tidak sedikit dari mereka yang tidak mengetahui lagi berapa modal yang disetor, berapa asset mereka secara tepat atau bahkan ada yang tidak tahu apakah sebetulnya usaha mereka mengalami keuntungan atau kerugian. Bahkan ada yang lebih buruk lagi, mereka merasa pendapatan banyak namun uangnya entah kemana [mengalami cash flow yang buruk], dan agar usaha mereka terus bergerak mereka maminjam uang ke bank. Bila hal ini terus berlanjut maka dapat berakibat kurang baik.

Institusi yang sehat tidak saja tergantung pada seberapa besar penghasilan yang didapat, tetapi juga tergantung pada seberapa besar biaya yang harus dikeluarkan dan seberapa baik dana masuk yang di terima setiap bulannya dan semua itu hanya dapat terlihat jelas jika institusi tersebut membuat laporan keuangan !


Kunjungi : www.vadoworkshop.com